Kamis, 20 Februari 2020, WIB

Rabu, 20 Nov 2019, 13:12:16 WIB, 51 View Wandoyo Wira Atmaja, Kategori : KEGIATAN BIDANG P3PL

Pada saat ini masalah kesehatan utama di tanah air masih berupa tingginya insidensi, prevalensi dan kematian akibat penyakit baik yang  menular maupun tidak menular. Kondisi ini menyebabkan terjadinya tiga beban ganda penyakit (triple burden diseases) yaitu : masih tingginya penyakit menular, meningkatnya penyakit tidak menular dan munculnya kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi.

Penyakit menular seperti : infeksi HIV, sifilis dan Hepatitis B adalah penyakit yang dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi ke anaknya selama kehamilan, persalinan, dan menyusui, serta menyebabkan kecacatan dan kematian, sehingga berdampak buruk pada kelangsungan dan kualitas hidup anak. Namun demikian hal ini dapat dicegah dengan intervensi sederhana dan efektif berupa deteksi dini (skrining) pada saat pelayanan antenatal, penangan dini dan imunisasi.

Sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam menjamin kelangsungan hidup anak maka perlu dilakukan upaya untuk memutus rantai penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B melalui eliminasi penularan. Upaya eliminasi penularan dilakukan secara bersama-sama (triple eliminasi) karena infeksi HIV, Sifilis dan Hepatitis B memiliki pola penularan yang relatif sama, yaitu ditularkan melalui hubungan seksual, pertukaran/kontaminasi darah, dan secara vertikal dari ibu ke anak.

Demikian yang disampaikan oleh Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, SE.MM dalam sambutannya sekaligus membuka acara Seminar HIV/AIDS Kota Tegal Tahun 2019 dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-55 tanggal 12 November 2019 dan Hari Aids Sedunia (HAS) Ke-31 tanggal 1 Desember 2019.

200 orang peserta dari OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tegal, Camat, Lurah, Organisasi Kesehatan, Kepala Puskesmas/Klinik VCT dan PDP, LSM Peduli HIV/AIDS, Organisasi Kemasyarakatan (MUI, PC NU, PD Muhammadiyah, Muslimat NU, PD Aisyiyah) mengikuti Seminar HIV/AIDS Kota Tegal Tahun 2019 pada hari Kamis 14 November 2019 bertempat di Ruang Adipura Komplek Pendopo Ki Gede Sebayu/Balaikota Tegal.

Tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk meningkatkan peran serta, kesadaran, kepedulian dan keterlibatan baik pemerintah, instansi terkait, swasta dan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS untuk mewujudkan 3 zero HIV pada 2030 serta mengurangi Stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.

Di samping Walikota Tegal, hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Tegal dan Kelompok Dukungan Sebaya “Yayasan Peduli Kasih (PEKA)” Jawa Tengah.

Jumlah Kasus HIV/AIDS komulatif sejak tahun 2008 sampai dengan Oktober 2019 yang ditemukan di Klinik VCT Kota Tegal sejumlah 909 kasus (574 laki-laki dan 335 perempuan) terdiri dari 317 orang merupakan warga Kota Tegal dan 54 diantaranya telah meninggal. Dilihat dari faktor resikonya dapat dirinci sebagai berikut :

  • 111 orang merupakan pria pengguna pekerja seks;
  • 52 wanita pasangan resiko tinggi;
  • 92 lelaki penyuka sejenis;
  • 21 wanita pekerja seks;
  • 13 pengguna narkoba suntik;
  • 10 warga binaan panti
  • 10 anak-anak
  • 8 waria

Sementara untuk mendukung program pencegahan penanggulangan HIV/AIDS telah dilakukan perluasan layanan melalui 23 klinik VCT, 11 klinik IMS, 7 klinik pengobatan dan pendampingan bagi ODHA, 12 faskes yang telah memiliki kolaborasi TB-HIV.




Tuliskan Komentar