Sabtu, 08 Agustus 2020, WIB

Kamis, 26 Feb 2015, 09:32:48 WIB, 1555 View Administrator, Kategori : Kegiatan Dinkes

Perilaku atau kebiasaan merokok telah menimbulkan dampak social dan ekonomi, terutama adalah dampak social dan ekonomi, terutama adalah dampak yang sangat merugikan kesehatan dan menyebabkan kematian.

Saat ini ada sekitar terdapat 1,1 miliar perokok di dunia  dan bila pola ini menetap akan meningkat menjadi 1,6 miliar di tahun 2025. Setiap harinya 80-100 ribu remaja di dunia menjadi pecandu dan ketagihan rokok. Bila pola ini terus menetap maka sekitar 250 juta anak-anak yang hidup sekarang ini akan meninggal akibat rokok.

Indonesia menduduki peringkat ke 3 dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India dan juga menjadi peringkat 5 terbesar konsumen rokok terbesar setelah China, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang. Hasil Riskesda tahun 2007 menyebutkan bahwa penduduk berumur di atas 10 tahun yang merokok sebesar 29,2% dan meningkat menjadi 34,7% pada tahun 2010 untuk kelompok umur di atas 15 tahun.

Data-data tersebut mendorong Dinas Kesehatan Kota Tegal untuk melakukan survey prevalensi perokok usia dini yang telah dilaksanakan pada tahun 2014 di 8 sekolah sebagai berikut:

No

Tanggal Pelaksanaan

Lokasi

  1.  

21 Agustus 2014

SMPN 8 Tegal

  1.  

22 Agustus 2014

MTs Mambaul Ulum Tegal

  1.  

25 Agustus 2014

SMP Muhammadiyah

  1.  

26 Agustus 2014

SMP Al-Irsyad Tegal

  1.  

27 Agustus 2014

SMP N 12 Tegal

  1.  

28 Agustus 2014

SMPN 17 Tegal

  1.  

28 Agustus 2014

 MTs Rhoudhotul UlumTegal

  1.  

29 Agustus 2014

SMPN 7 Tegal

 

Adapun hasil survey Prevalensi Perilaku Merokok tersebut adalah sebagai berikut, dengan jumlah total 416 responden  didapatkan data yaitu karakteristik responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 245 (58,89%) dan perempuan sebanyak  171 orang (41,11%).  Dengan jumlah responden kelas 7 sebanyak 53 siswa (12,40%), kelas 8 sebanyak  288 siswa (69,23%) dan kelas 75 siswa (18,03%).

 Hasil yang penting dari survey ini antara lain yaitu

  1. siswa yang mempunyai kebiasaan merokok sebanyak 35 orang (9,56%), pernah merokok 123 siswa (33,61%).
  2. siswa perokok, mulai merokok sejak SD sebanyak 54 siswa (34%), kelas 1 SMP sebanyak  68 siswa (43%), kelas 2 SMP sebanyak 24 siswa (15%)  dankelas 3 SMP sebanyak12 siswa (8%).
  3. Alasan siswa merokok adalah diajak teman sebanyak 81 siswa (51%) dan 77 siswa (49%) merokok karena coba-coba.
  4. Pengaruh rokok terhadap siswa perokok antara lain semangat belajar jadi meningkat 3 siswa (2%),  mengganggu belajar 66 siswa (42,%) dan yang menjawab tidak berpengaruh sebanyak 89 siswa (56%).
  5. Jumlah rokok yang dihisap diketahui  sebanyak 129 siswa(84%) merokok<10 batang/hari, sebanyak 23 siswa (15%) merokok 10-20 batang/hari dansebanyak 1 siswa (1%) merokok>20 batang/hari.
  6. Dari total siswa yang merokok  sebanyak 151 siswa (96%) tidak mengkonsumsi miras, sebanyak 5 siswa (3%) pernah mengkonsumsi miras.





Tuliskan Komentar