Selasa, 24 November 2020, WIB

Kamis, 06 Feb 2020, 15:26:38 WIB, 225 View Wandoyo Wira Atmaja, Kategori : KEGIATAN BIDANG KESMAS

Saat ini Indonesia masih menghadapi masalah kekurangan gizi pada balita, namun di sisi lain kelebihan gizi juga mulai muncul. Perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu prioritas program di Kota Tegal. Hasil Laporan Gizi bulan September 2019 di Kota Tegal menunjukkan prevalensi balita dengan status gizi kurang 10,44%, balita pendek 5,47%, balita sangat pendek 1,75% dan balita kurus 4,53%. Demikian yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr. Sri Primawati Indraswari, SP.KK.MM.MH dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Orientasi Surveilans da Pemutakhiran Data Puskesmas di Kota Tegal, Rabu 27 Nopember 2019 bertempat di Rumah Makan Oemah Simbah Tegal.

Untuk memperoleh informasi pencapaian kinerja perbaikan gizi masyarakat secara cepat, akurat, teratur dan berkelanjutan, perlu dilaksanakan kegiatan surveilans gizi di seluruh wilayah Kota Tegal . Pelaksanaan surveilans gizi akan memberikan indikasi perubahan pencapaian indikator kegiatan pembinaan gizi masyarakat. Setelah itu, pelaksanaan surveilans gizi diperlukan untuk memperoleh tambahan informasi lain yang belum tersedia dari laporan rutin.

Dalam upaya pengembangan surveilans gizi yang dapat memberikan informasi sebagai salah satu bagian dari monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan gizi, untuk mendukung kegiatan manajemen pengelolaan pembinaan gizi perlu adanya kegiatan yang dapat memperoleh informasi pencapaian sasaran dan target kegiatan pembinaan gizi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut Dinas Kesehatan Kota Tegal akan melaksanakan kegiatan orientasi surveilans dan pemutakhiran data melalui forum yang telah ada dengan memanfaatkan potensi yang telah tersedia di lapangan yaitu posyandu selama dua hari yaitu tanggal 27 – 28 Nopember 2019 yang diikuti petugas Gizi dari Puskesmas.

Hadir juga narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.





Tuliskan Komentar