Selasa, 04 Agustus 2020, WIB

Senin, 02 Des 2019, 12:18:49 WIB, 158 View Wandoyo Wira Atmaja, Kategori : KEGIATAN BIDANG KESMAS

Garam Iodium atau garam beryodium adalah garam yang telah diperkaya dengan yodium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kecerdasan. Garam beryodium yang digunakan sebagai garam konsumsi harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) antara lain mengandung yodium sebesar 30-80 ppm (Depkes RI). Spektrum Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) sangat luas meliputi segala aspek kehidupan dari terbentuknya janin sampai usia dewasa. Gangguan yang ditimbulkan akibat kekurangan iodium antara lain :

  • Bayi dan anak-anak bisa mengalami gangguan pertumbuhan dan kognitif bahkan bisa menimbulkan kecacatan
  • Gangguan hypotheroid (kerdil, juling)
  • Gangguan kesuburan
  • Setelah dewasa terjadi penurunan produktifitas ( turunnya penghasilan )

Untuk mengetahui pemanfaatan/cakupan garam beriodium di masyarakat dan menanggulangi gangguan akibat kekurangan yodium (GAKI) maka Dinas Kesehatan Kota Tegal melakukan kegiatan monitoring (uji garam yodium) yang dikonsumsi masyarakat setahun 2x pada bulan Maret dan September menggunakan Yodina Test. Sasaran yang dituju adalah siswa SD kelas 4 dan 5 di tiap kelurahan dengan membawa sampel garam yang dikonsumsi. Dari uji/monitoring tersebut didapatkan cakupan kandungan yodium di semester I adalah 99,1 % dan pada semester II adalah 99,2 %. Kendala yang dihadapi adalah pemahaman masyarakat tentang cara menyimpan garam yang benar agar kandungan yodium tidak menguap, yaitu dengan menyimpan di wadah yang tertutup rapat.





Tuliskan Komentar