Kamis, 15 November 2018, WIB

Rabu, 14 Mar 2018, 11:18:57 WIB, 215 View Administrator, Kategori : Kegiatan Program

Ada pemandangan berbeda di posyandu Ababil RW 6 Kelurahan Randugunting, sudah beberapa pekan tempat posyandu ababil ramai berkumbul balita dan ibunya. Bukan untuk posyandu, ternyata mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan Pusat  Pemulihan Gizi (PPG) atau yag lebih dikenal Therapeutic Feeding Centre (TFC) namun di Kota Tegal akrab di sebut Pos Pemulihan Gizi (PPG). Ada pemandangan berbeda di posyandu Ababil RW 6 Kelurahan Randugunting, sudah beberapa pekan tempat posyandu ababil ramai berkumbul balita dan ibunya. Bukan untuk posyandu, ternyata mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan Pusat  Pemulihan Gizi (PPG) atau yag lebih dikenal Therapeutic Feeding Centre (TFC) namun di Kota Tegal akrab di sebut Pos Pemulihan Gizi (PPG).
PPG ini merupakan kegiatan rutin tahunan, yang diadakan dengan tujuan sebagai tempat perawatan dan pengobatan secara intensif dengan melibatkan ibu atau keluarga dalam perawatan anak. Dalam kegiatan PPG ini ibu atau keluarga juga akan mendapatkan informasi dan edukasi terkait dengan kesehatan, dan tumbuh kembang anak.
Siapa yang menjadi peserta PPG? Sesuai dengan judulnya Pos Pemulihan Gizi, maka sasaran dari kegiatan ini adalah bayi berusia 6 (enam) bulan keatas sampai anak dibawah lima tahun (Balita) yang memiliki status gizi kurang atau buruk. Jumlah peserta ada 20 anak, dengan 11 laki-laki san 9 perempuan.
Dalam kegiatan PPG anak-anak hadir didampingi ibu/keluarga dan mengikuti 9 kali pertemuan, dimana setiap pertemuan anak-anak akan mendapatkan perawatan, pemeriksaan dari tenaga medis serta diakhiri dengan kegiatan makan bersama.
Keberhasilan program PPG salah satunya diukur dari adanya kenaikan berat badan, sebagian besar balita yang mengikuti PPG mengalami kenaikan berat badan yang signifikan yaitu rata-rata 400gram. Sebagian besar peserta berhasil mengalami kenaikan status gizi dari 10 balita dengan status gizi buruk diakhir kegiatan kesemuanya mengalami kenaikan berat badan, 4 orang diantaranya naik statusnya menjadi gizi kurang. Selain itu agenda makan bersama yang selalu diadakan di akhir pertemuan PPG, terbukti meningkatkan nafsu makan anak. Hal ini dituturkan oleh ibu Santi yang mengaku Raffa (18bulan) menjadi doyan makan ketika mengikuti kegiatan PPG. Hal serupa juga disampaikan Ibu Sri Lestari yang menginginkan kegiatan serupa diadakan setiap tahun agar anak-anak yang malas makan bisa doyan makan.
Ibu Wahyu Rizki Rindani, AMG Selaku penanggung jawab kegiatan PPG berharap kegiatan serupa bisa diadakan di semua Kelurahan, agar program perbaikan gizi bagi Balita dengan gizi buruk/kurang bisa dirasakan semua anak. Petugas Gizi yang berdinas di Puskesmas Tegal Selatan ini juga menyampaikan bahwa kegiatan PPG ini salah satu kegiatan yang efektif untuk memperbaiki gizi anak-anak status gizi buruk/kurang.
(ditulis oleh : Eti Purwaningsih, SKM – Puskesmas Tegal Selatan)





Tuliskan Komentar