Jumat, 18 Oktober 2019, WIB

Senin, 30 Sep 2019, 11:00:38 WIB, 5 View Wandoyo Wira Atmaja, Kategori : Artikel Kesehatan

Pola makan tak teratur selama libur Lebaran, kerap bikin berat badan naik dan memicu penyakit. Agar kembali fit, pola makan sehat harus diterapkan.
Selama bulan ramadhan hingga hari raya Lebaran dan libur panjang membuat ritme dan pola makan jadi berantakan.

Hidangan lezat berkalori tinggi yang kaya lemak sering diasup sebagai menu spesial, dari makanan bersantan, gorengan hingga makanan manis.

Pola makan yang tidak teratur dan kenaikan berat badan usai lebaran ini sudah menjadi hal yang wajar.

"Ketika kita merayakan Lebaran, frekuensi asupan makanan kita tak beraturan. Saat itu kita tidak lagi mengenal alarm dalam tubuh, sehingga kita ingin menyantap semua makanan apalagi jika sedang liburan,"

"Saat pola makan tak teratur, terjadilah kekacauan reaksi kimia pada tubuh kita.

Sebenarnya kekacauan ini tidak akan membawa dampak besar, jika kita tidak melanjutkan pola makan ini dalam waktu yang panjang," tersebut.

Nah, tentunya setelah libur panjang Lebaran dengan berbagai makanan enak, tubuh perlu untuk kembali dipulihkan.

Tubuh harus kembali diatur sesuai alarm makan yang biasa, seperti makan pagi, siang, dan sore.

Tentunya cara mengatur pola makan ini dibutuhkan makanan sehat, mengasup makanan yang tinggi serat dan kaya nutrisi.

Apalagi bagi Anda yang berniat untuk menurunkan berat badan usai lebaran.

semua makanan bisa dikonsumsi, selama sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing orang.

"Sebenarnya dalam sekali makan itu, harus terdiri dari semua kelompok yang dibutuhkan tubuh.

Harus ada karbohidrat, protein, dan sayuran.

Tetapi ada catatan penting di situ, misalnya pada hari Lebaran kita terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat, nantinya kita bisa mengurangi asupan karbohidrat kita,"

Pola makan ini juga berlaku pada jenis makanan lainnya. Misalnya saat Lebaran, seperti menambah asupan sayur, dan buah segar usai libur Lebaran selesai agar tubuh tetap sehat dan berat badan terjaga.

Untuk makanan yang dipilih juga tak perlu mahal. Makanan sehari-hari seperti aneka sayuran, mentimun, tomat, dan brokoli, lalu ada daging ayam yang bisa dikukus dan dipanggang agar lebih sehat.

Bisa juga menu makanan seperti nasi putih, diganti dengan nasi merah yang lebih kaya serat, untuk melancarkan pencernaan tubuh usai menyantap hidangan santan di Lebaran. Tak ketinggalan jajanan yang dikukus seperti siomay, dim sum, hingga kol juga enak dinikmati.
 


Lalu ada beberapa jenis diet yang cocok untuk diterapkan usai lebaran, seperti diet rendah lemak, rendah gula, hingga rendah karbo. Tak ketinggalan berbagai tips diet, untuk menyiasati diet sehat jadi lebih menyenangkan.

Tentunya memperbaiki pola makan ini tak boleh terlalu berlebihan dan ekstrem, karena justru akan berdampak besar bagi ritme tubuh.

"Hal penting yang harus diingat adalah, pembatasan pola makan ini tidak boleh terlalu ekstrem. Perubahan pola makan yang ekstrem, justru berdampak besar pada tubuh. Sehingga membuat kita jadi lebih mudah lapar".
 

Hidangan Lebaran yang berlemak seperti opor, rendang, dan ketupat menjadi menu wajib yang terhidang di meja. Belum lagi berbagai menu manis yang menggoda lidah mulai dari putri salju, kue lapis, dan masih banyak lagi. Setelah hari raya selesai, ubahlah kebiasaan makan Anda dan kembali sehat dengan mengonsumsi sebagai berikut :

1. Nasi merah

Setelah Lebaran usai, sebaiknya ganti menu karbohidrat Anda dengan nasi merah atau roti gandum karena lebih tinggi serat dan mengandung kalori serta indeks glikemik lebih rendah. Dibandingkan ketupat, dalam 100 gram nasi merah terkandung 110 kalori, 0,89 gram lemak, dan 22 gram karbohidrat.

2. Buah-buahan

Lidah Anda sedang ingin mencicipi makanan yang manis? Ketimbang mengudap satu stoples kue sagu keju, pilihlah buah-buahan yang manis sebagai gantinya. Berbagai pilihan buah seperti semangka, jeruk, pepaya, alpukat, atau apel bisa menjadi pilihan Anda.

Buah-buahan yang tinggi serat akan membuat kenyang lebih lama dan menghindarkan Anda dari keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak dan gula seperti kue-kue atau makanan pencuci mulut lainnya.

3. Salad/gado-gado

Selain hidangan khas hari raya seperti ketupat, opor atau rendang, bisa menambahkan salad sayur atau buah yang memiliki kalori lebih rendah dan tinggi serat. Jika tidak suka salad, Anda bisa memilih menu “salad” yang lebih Indonesia seperti gado-gado.

Namun saat mengonsumsinya, perhatikan juga tambahan saus yang Anda gunakan. Gunakan saus kacang atau saus salad secukupnya agar kalori yang masuk ke tubuh Anda tidak berlebihan. Anda pun bisa mengganti menu saus dengan minyak zaitun yang lebih sehat.

4. Air putih

Anda tentu sudah tahu, cukup minum air putih delapan gelas setiap harinya baik untuk tubuh.

Air putih, selain murah dan mudah didapat, merupakan satu-satunya minuman yang 0 kalori dan sehat untuk tubuh. Dengan begitu, mengonsumsi sebanyak apa pun tidak akan menambah ekstra kalori untuk tubuh Anda.

Ketimbang minum kopi susu atau es sirop yang dapat menyebabkan timbunan lemak di tubuh, pilihlah air putih yang pastinya lebih sehat. Jika Anda kurang suka dengan rasa air putih yang hambar, Anda bisa menyiasatinya dengan menambahkan potongan buah seperti stroberi, lemon atau buah kesukaan Anda lainnya.

Tak sulit, kan, untuk kembali sehat setelah Lebaran? Ingatlah bahwa usai Lebaran, berbagai gangguan kesehatan bisa terjadi seperti kenaikan berat badan, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Anda dapat memperoleh kesehatan dan kebugaran tubuh kembali dengan mengonsumsi makanan dan minuman di atas. Tentu saja, selain pola makan bergizi seimbang, olahraga teratur juga penting dan tak boleh dilupakan. Lakukanlah paling tidak selama 30 menit setiap harinya.




Tuliskan Komentar