Kamis, 15 November 2018, WIB

Selasa, 03 Jul 2018, 14:34:12 WIB, 110 View Wandoyo Wira Atmaja, Kategori : Kegiatan Dinkes

Selasa, 3 Juli 2018 bertempat di kantor Dinas Kesehatan Kota Tegal dilangsungkan acara Halal Bihalal Keluarga Besar Dinas Kesehatan Kota Tegal yang dihadiri oleh Plt. Walikota Tegal H.M. Nursholeh, Plt. Sekda Kota Tegal Drs. Yuswo Waluyo, Asisten I dan Asisten II Setda Kota Tegal, Kepala BP4 dan staf, Kepala Puskesmas dan staf, serta staf Dinas Kesehatan Kota Tegal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr. Sri Primawati Indraswari,Sp.KK.MM,MH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momen halal bihalal bisa dijadikan sarana ukhuwah islamiyah sehingga salah dan khilaf antar pribadi bisa terhapus dengan saling memaafkan dan semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.

Dalam kesempatan ini juga Plt. Walikota Tegal H.M. Nursholeh menyampaikan bahwa kita harus senantiasa bersyukur sudah diberi kesehatan lahir dan batin sehingga bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat sehingga seluruh jajaran Dinas Kesehatan bisa melaksanakan pelayanan prima kepada masyarakat. Sehubungan dengan selesainya pesta demokrasi Plt. Walikota berharap agar siapapun yang jadi Walikota supaya didukung program-programnya.

Selanjutnya acara diisi dengan mawaidhoh hasanah oleh Ustadz Misbahul Mustofa dari Muarareja yang menyampaikan beberapa hal antara lain :

  1. Dalam penciptaan manusia Allah SWT terlebih dulu menciptakan akal, yang ketika ditanya oleh Allah : siapakah Saya dan siapakah kamu? Maka akal menjawab : Engkau adalah Tuhanku dan aku adalah hambamu. Dengan jawaban ini Allah memuji akal adalah mahluk yang mulia. Kemudian Allah menciptakan nafsu, lalu Allah bertanya seperti yang ditanyakan kepada akal tapi nafsu tidak menjawab apa-apa. Kemudian nafsu pun dihukum dengan dimasukan ke dalam neraka selama 100 tahun. Begitu diangkat dari neraka nafsu ditanya lagi tapi masih diam. Kemudian nafsu dihukum lagi dengan berpuasa selama 100 tahun. Baru setelah berpuasa selama 100 tahun nafsu baru mau menjawab bahwa Allah adalah Tuhanku dan aku adalah hamba.
  2. Dengan selesainya puasa selama bulan ramadhan dan ibadah lainya maka manusia yang berakal/beriman telah bisa mengalahkan/menundukan nafsu sehingga manusia bisa mencapai derajat yang mulia di sisi Allah dan mendapat predikat sebagai Mutaqin karena ruh ramadhan akan selalu mengiringi hari-hari dan bulan-bulan selain hari dan bulan Ramadhan.

 

Acara ditutup dengan doa, bersalam-salaman dan makan bersama.

Taqaballallahu minna wa minkum taqabal ya kariim..

Wa ja’alana wa iyyakum minal aidin ilal fitrah wal faizin bil jannah...

Mohon Maaf Lahir dan Batin...

Wa shallallhu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi wasallam...





Tuliskan Komentar